running text

*** “Sebaik-baik manusia adalah orang yang selalu memberi manfaat kepada manusia lain.” (HR Muttafaqun Alaih) ***
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2013

New Passion, New Life

Wah, sudah hampir setahun saya tidak memposting sesuatu di e-diary ini, semoga gak ngambek nih blog.
Setahun, gak terasa udah banyak sekali perubahan yng terjadi dalam hidup saya. Mulai dari kenyataan harus hidup sendiri di kota bertuah ini pasca kepindahan keluarga ke Batam, beberapa teman seperjuangan saya yang sudah resmi menyandang S.Ikom dibelakang namanya (meninggalkan saya yang masih di fase, ah syudahlah,..), bagaimana saya akhirnya takluk dengan keadaan yang memaksa saya menggunakan smartphone merk buah beri hitam (padahal dulu saya anti dengan alay-alay yang sangat pemalu dan doyan menunduk ), hingga bagaimana kini waktu saya hampir 60% saya habiskan ditempat yang sudah saya anggap rumah sendiri, Radio RBT 90 FM Pekanbaru.
Di tempat itu, sekitar setahun lalu saya mencoba peruntungan bergabung dengan dunia yang dulu pernah amat saya sukai (namun sadar akan keterbatasan diri) dengan melamar sebagai seorang announcer. Entah takdir atau hanya keberuntungan belaka, akhirnya saya bergabung dengan teman-temen seperjuangan lain (AA, DZ, AR, NR). Saya yang saat itu sedang dalam masa KKN harus rela meluangkan waktu untuk dapat bergabung dengan teman-teman untuk dilatih. Dan, bulan-bulan pertama saya rasakan sangat hangat dengan hubungan layaknya keluarga hingga tiba masa dimana kami harus dipisahkan karena beberapa dari kami belum mampu menncapai target progress yang diharapkan.
Setelah mengalami dinamika, dengan mulai hanya menjadi announcer, mencoba posisi sebagai bagian produksi (audio creator) dll, hingga kini saya disaat bersamaan setidaknya merangkap beberapa posisi mulai dari produksi, program director, marketing, hingga traffic dan database. Saya tidak menganggap diri saya hebat dengan situasi tersebut karena jujur saat ini saya menganggap bahwa ini adalah proses pembelajaran dalam mendalami secara detail dengan dunia yang kebetulan cocok dengan pendidikan saya di bidang broadcasting (penyiaran). Untuk permasalahan salary, saya sama sekali tidak pernah mempermasalahkan berapapun saya diapresiasi atas kontribusi saya bagi perusahaan. Kalau perusahaan memberi salary tidak begitu tinggi maka saya mengartikannya sebagai kontribusi saya bagi perusahaan belum begitu besar dan saya akan berusaha meningkatkannya, demikian pula sebaliknya. Prinsip saya adalah, ini merupakan tempat untuk belajar bukan untuk mendapatkan penghasilan.
Memikul tanggung jawab yang tidak kecil tentu saja memberikan beberapa imbas bagi kehidupan saya. Mulai dari pola tidur yang tidak teratur dan berbeda dengan kebanyakan orang, kuliah yang terkatung-katung, hingga waktu yang terasa hanya sedikit bagi "sang pujaan hati" dan interaksi dengan lingkungan sosial harus saya rasakan. Tapi sekali lagi saya tekankan bahwa saya ikhlas menjalani semuanya sebagai suatu pembelajaran hidup yang tak ternilai selagi perusahaan masih membutuhkan kontribusi saya. Pengorbanan-pengorbanan  (jika boleh menyebutnya sperti itu) kecil yang saat ini saya jalani setidaknya saya yakini akan berguna bagi kehidupan masa depan saya. Karena saya percaya tidak pernah ada sesuatu yang sia-sia di dunia ini
Kepada anda yang sedang merintis karir dari dasar, saya hanya berpesan bahwa cintailah apa yang anda kerjakan saat ini dan jadikan itu sebagai tempat anda belajar, setidaknya belajar memahami karakter orang yang ada dilingkungan kerja anda. Berorientasilah pada proses, bukan pada hasil apalagi komersil. Karena apa yang anda lakukan dengan hati yang penuh kesungguhan akan memberikan hasil yang sepadan bahkan lebih dari yang anda harapkan.
*terima kasih untuk semua yang sudah meiliki peran dalam perjalanan kehidupan saya.

Rabu, 18 Januari 2012

#UJIAN,...


Waaaaahhh, udah lama banget gak posting :[
ini postingan pertama di tahun Naga 2012, :)



Catatan ini cuma opini penulis, jadi mohon maaf bagi yang tidak berkenan, :)

#UJIAN,...

Yups, mungkin itu adalah kata yang menjadi trending topic saat ini, khususnya bagi mahasiswa-mahasiswi dari "Kampus Islami Madani" UIN Suska Riau. Mulai senin lalu (16/01) hingga beberapa hari kedepan para rekan sejawat akan "bertempur" menghadapi serbuan soal demi soal dari setiap mata kuliah yang diambil semester ini.

Nah, kini kita fokuskan saja ini perhatian kita ke  Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikas UIN Suska Riaui. (karna lebih mudah diamati oleh penulis, hehehe)

Seperti biasa, ujian selalu identik dengan peraturan dan tata tertib yang super ketat. Demikian pula halnya yang terjadi di FDIK pada momen UAS kali ini. Setidaknya, dari pengumuman tata tertib ujian yang terpampang di setiap ruang ujian tak kurang dari belasan poin tata tertib yang tercantum mulai dari pakaian, KRS, larangan atribut, waktu, hingga mengenai pengawas ujian ada di sana. Yah, meskipun bisa dikatakan lumrah, namun ada beberapa poin yang menjadi perhatian penulis, diantaranya:
1. Setiap peserta ujian harus membawa KRS, bagi peserta ujian yang tidak membawa KRS tidak dibenarkan mengikuti ujian.
2. Peserta ujian harus berpakaian:
       a.Mahasiswa : Baju kemeja putih POLOS, celana hitam, dan pakai sepatu
       b.Mahasiswi : Jilbab Putih, baju kurung putih POLOS, rok hitam dan pakai sepatu
3. Selama ujian berlangsung, tidak dibenarkan membawa buku catatan, kecuali bagi ujian yang bersifat OPEN BOOK
4. Peserta ujian tidak dibenarkan keluar ruangan selama ujian berlangsung, dll

Nah, ini dia saatnya kita bahas satu-persatu poin yang menjadi perhatian penulis.

Pertama, bahwa seluruh peserta ujian harus membawa KRS, SEPAKAT BANGET. Tapi, (IMO) knapa harus ada sanksi tidak dibenarkan ikut ujian bagi yang gak bawa? Rasionalisasinya seperti inii, kalo mahasiswa tidak membawa KRS pada waktu ujian, di waktu mendatang masih punya kesempatan untuk dapat tanda tangan KRS dari dosennya, tapi kalau sampai dilarang ikut ujian, siapa yang bisa jamin kalau si mahasiswa yang tidak membawa KRS akan bisa ujian susulan dan dapat nilai??? Salah satu peraturan yang melemahkan advokasi mahasiswa.

Kedua, mahasiswa dan mahasiswi harus berpakaian Putih-Hitam POLOS. Know What? sampai saat ini penulis belum tau alasan yang rasional  kenapa ada peraturan seperti ini. Apakah dengan memakai pakaian putih-hitam maka mahasiswa akan lebih mampu menjawab soal ujian dengan benar?? Apakah dengan begitu akan mampu mengurangi perilaku menyontek mahasiswa??? atau, apakah tanpa berpakaian putih-hitam akan menghambat proses ujian???  TIDAK, TIDAK, TIDAK-lah jawabannya. Memang keliahatannya kompak dan rapi, tapi sama sekali tidak urgent. Apakah sebelum ditetapkan tata tertib tersebut seluruh pihak yang terkait sudah benar-benar memikirkan masak-masak mengenai hal ini. Bagaimana kalau ada mahasiswa yang ujian dari senin sampai sabtu sementara cuma punya baju "putih polos" cuma satu? Bagaimana kalau ternyata ada mahasiswa yang tidak punya baju "putih polos"? Bagaimana bila waktu yang seharusnya digunakan oleh mahasiswa untuk belajar harus tersita hanya karena harus mencuci baju atau mondar-mandir minjam baju kepada temannya?  belum lagi permasalahan harus menggunakan baju "PUTIH POLOS" yang benar-benar POLOS, karena penulis sendiri baru saja melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana wajah sedih dan kecewa para "KORBAN PUTIH POLOS" yang diusir dari ruang ujian hanya karena menggunakan baju putih "tidak polos". Masalah yang kompleks, ironis, dan tragis  menurut penulis.

Ketiga, OPEN BOOK??? Penulis rasa itu adalah salah satu peraturan yang "manusiawi"  diantara peraturan-peraturan lainnya. Bukan karena penulis bermasalah dengan metode CLOSE BOOK, tapi bukankah seharusnya metode yang paling tepat dalam menguji mahasiswa adalah dengan soal-soal yang bersifat pengembangan masalah atau kasuistik yang mampu merangsang pemahaman mahasiswa terhadap materi. Mahasiswa bukan anak sekolahan lagi yang dituntut harus hafal dengan apa yang disampaikan oleh dosennya ataupun yang terdapat dalam buku-buku literatur (karena terkadang dosennya juga harus lihat buku pada saat menyampaikan materi perkuliahan, hehehe). 

Dan yang Terakhir, mahasiswa dilarang keluar ruangan saat ujian berlangsung. Mungkin, peraturan ini dibuat untuk mengantisipasi suasana yang kurang kondusif saat ujian berlangsung atau mengantisipasi peserta ujian yang mau mencari jawaban di luar ruangan (seperti liat catatan yang ditinggalkan diluar, googling pake hape, atau tanya sama teman diluar, *penulis tau karna dulu juga pernah seperti itu). Peraturan ini juga membuktikan bahwa pembuat peraturan ini sudah lumayan hafal dengan trik-trik mahasiswa (WASPADALAH, WASPADALAH!).  TAPI GIMANA KALAU MISALNYA TIBA-TIBA ADA GEMPA??? apa masih tetap gak keluar juga? Karena bagaimanapun peraturan tetap peraturan yang harus dilanggar, eh maksudnya dipatuhi.
(poin yang terakhir itu cuma intermezo aja kok, :) )

Nah, melihat hal diatas, penulis menilai sudah sepatutnyalah para pelaksana peraturan (mahasiswa, red) diikutsertakan dalam setiap proses pembuatan keputusan. Jadi, tidak hanya para pembuat peraturan saja yang duduk bersama dan kemudian melahirkan peraturan yang mungkin akan mengalami kontra dari para pelaksananya. Jadi, selalu tercipta sinergitas antara pimpinan dan juga mahasiswa menuju Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang lebih baik lagi. Ingat, pemimpin yang baik adalah yang mampu nemahami apa yang diinginkan oleh rakyatnya. (kalo gak nyambung, di sambung-sambungin aja deh!)

Rabu, 17 Agustus 2011

Dirgahayu Indonesiaku

Nuansa perayaan kemerdekaan RI ke-66 masih tetap berdenyut dijantung bangsa ini, meski tak se-gegap gempita perayaan dua tahun sebelumnya, karena  HUT RI tahun lalu dan sekarang tepat berada di bulan Ramadhan.   Namun tentu saja, momen seperti ini memiliki makna yang sangat mendalam, khususnya bagi umat Islam Indonesia, karena proklamasi yang dikumandangkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta tahun 1945 itu pun terjadi di bulan Ramadhan,  sehingga merupakan peristiwa sejarah yang bukan saja bernilai secara politis, tetapi juga bermakna religius.
          

logo 66 tahun kemerdekaan RI
Aroma kebangsaan yang dibalut semangat nasionalisme dengan nuansa lebih religius ini adalah sebuah euphoria yang kerap muncul dari anak bangsa ini setiap memasuki bulan Agustus. Biasanya, jauh-jauh hari sebelum tanggal 17 Agustus, pernak-pernik ‘agustusan’ sudah menghiasi diberbagai tempat. Umbul-umbul, baliho, spanduk, gapura dan tak ketinggalan bendera-bendera mulai ukuran kecil sampai besar, terpasang dipinggiran jalan, menjadi pemandangan yang amat menarik. Bahkan kegiatan-kegiatan perlombaan, mulai dari tarik tambang, balap karung sampai panjat pinang, tak luput menghiasi ekspresi kegembiraan dari perayaan kemerdekaan.


Pertanyaan yang kerap muncul dan menjadi bahan renungan setiap kali melewati bulan Agustus adalah : Apakah makna kemerdekaan bagi sebuah bangsa ? Apakah  kemerdekaan suatu bangsa yang dikumandangkan itu hanyalah bersifat politik belaka? Apakah kemerdekaan yang diproklamasikan tahun 1945 itu masih relevan dengan kondisi bangsa saat ini ? Tidak mudah untuk memeri jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut,  karena setiap jawaban yang diberikan pun ternyata akan berbenturan dengan realita yang terjadi sebenarnya. Tidak mudah merumuskan hakekat kemerdekaan sebagai terbebasnya umat manusia segala bentuk penjajahan, apalagi bila kemudian jenis-jenis penjajahan itu mengalami metamorfosa ke model-model penjajahan gaya baru (neoimperialisme) yang kerap membelenggu umat manusia.
                   

Bila kita menakar kemerdekaan bangsa ini dengan parameter konstitusi yakni Pembukaan UUD’45, khususnya alinea ke-4, setidak-tidaknya ada tiga hal penting yang perlu mendapat perhatian kita semua, yaitu kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan penegakkan keadilan. Kenyataannya, setelah 66 tahun merdeka, jeritan untuk terciptanya kesejahteraan umum, kecerdasan kehidupan bangsa dan keadilan, masih terus berdengung. Mungkin tidak lebih dari 10 persen yang sudah merasakan kondisi hidup yang benar-benar sejahtera dan memperoleh hak kecerdasan itu, baik di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial-ekonomi, dan lebih dari itu kesejahteraan dan keadilan masih tetap diawang-awang.
                             

Kemerdekaan yang sejatinya harus mampu mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang keadilan dan kemakmuran, kini harus menghadapi kenyataan sebaliknya. Kekayaan alam yang melimpah ruah di daratan dan lautan, kini dimiliki, dikuasai bahkan dirampok sebesar-besarnya oleh orang yang justru diamanahi untuk mengelolanya.
                        

 Memang untuk mencapai sebuah bangsa yang benar-benar merdeka, selalu ada proses panjang yang harus dilalui dengan dipenuhi gejolak dan goncangan. Seperti halnya sebuah sistem, maka selalu akan bergerak ke arah yang lebih baik dan stabil  jika ia digoncangkan oleh sebuah perubahan. Sebuah sistem yang telah mencapai keteraturan, pasti ia telah mengalami ketidakteraturan.
              

Begitu pula dengan pertumbuhan dan perkembangan sebuah bangsa, pasti mengalami keguncangan melalui sebuah revolusi yang berujung dengan kemerdekaan. Bangsa Indonesia yang dijajah selama hampir tiga setengah abad, mengalami penindasan dan tirani, namun mampu bangkit dan melawan, yang akhirnya bisa mencapai kemerdekaan, walau harus dibayar mahal dengan gugurnya para pahlawan. Oleh karena bangsa ini terus bergerak, maka kemerdekaan yang dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945 itu, bukan akhir dari sebuah perjuangan. Bangsa ini akan terus mengalami berbagai dinamika,  pertumbuhan dan guncangan-guncangan dan beberapa kali pula mengalami masa transisinya. Dari orla ke orba, dari orba ke reformasi dan dari reformasi entah ke masa apalagi.
                    

Menurut Jalaluddin Rumi, “Ketika manusia masih berupa janin, darah adalah makanannya, ketika ia dilepaskan dari darah, susu menjadi makanannya, setelah disapih dari susu, ia mampu memakan-makanan yang keras. Kehidupan kita bergantung pada sapihan“. Demikian pula bangsa ini. Setelah disapih para penjajah, kita menikmati kemerdekaan. Kemudian kita juga disapih oleh beberapa orde untuk mengembangkan kemerdekaan kearah yang lebih baik lagi, walau harus mengalami keguncangan. Seperti halnya ketika kita berat hati harus menyapih bayi demi berkembang  menjadi anak dan remaja dan semakin dewasa.
               

Memaknai  kemerdekaan merupakan upaya untuk menggali semangat dari proses perubahan yang senantiasa terjadi. Sikap optimitistik untuk memandang masa depan dengan penuh harapan,harus dikedepankan agar kita tidak menjadi bangsa yang hanya berjalan di tempat. Harapan (optimisme) adalah obor yang terus menyala dan menerangi kehidupan. Orang yang putus harapan (pesimisme), hakekatnya sudah mati sebelum dia mati. Bangsa ini harus senantiasa memiliki harapan, agar mampu mengisi, mempertahankan dan mengembangkan kemerdekaan ini.
                  


Memiliki harapan sembari terus berjuang adalah cerminan dari sikap mensyukuri kemerdekaan sebagai berkah dan rahmat Allah. Jika kita selalu mensyukuri kemerdekaan ini, maka pasti Allah akan melimpahkan anugerah kebaikan (rizqan thayyibah) di sepanjang kehidupan kita, sebagaimana firman-Nya :


“dan ingatlah ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi, kamu takut orang-orang akan menculik (memperdayakannmu) kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap  (yang aman) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik  agar kamu bersyukur.”(Qs. Al-Anfal : 26)


DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA  KE-66,  SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA !!!

Sabtu, 06 Agustus 2011

Jelang Piala Super Italia, Milan vs Inter.

piala super italia
Pertandingan prestisius Piala Super Coppa Italia, akan berlangsung malam hari nanti. Baik AC Milan dan Inter Milan nampaknya sama-sama serius menjajaki kemenangan dalam pertandinganyang berlangsung di Beijing International Stadium.


Melihat komposisi skuad AC Milan, sang allenatore, Massimiliano Allegri akan membawa empat bomber mautnya,seperti Zlatan Ibrahimovic, Antonio Cassano, Alexandre Pato, dan Robinho. Menariknya, Allegri juga akan membawa striker baru mereka Alberto Paloschi.

Di lini tengah, kampiun scudetto musim lalu itu diperkirakan akan dijejali sejumlah nama tenar kombinasi junior dan senior seperti Massimo Ambrosini, Kevin Boateng, Urby Emanuelson, Gennaro Gattuso, Clearance Seedorf, dan Mark Van Bommel. Pemandangan sedikit berbeda terdapat di lini belakang. Milan nampaknya akan meninggalkan Philipe Mexes yang masih menjalani pemulihan cedera.

Sementara mengintip kekuatan Inter, sang pelatih, Gian Piero Gasperini tidak memasukkan Diego Milito dalam skuad yang diterbangkan ke China. Namun Gasperini membawa sederet nama striker yang tidak kalah tajam, seperti Giampaolo Pazzini, Samuel Eto’o, Goran Pandev, dan penyerang baru, Luc Castaignos yang didatangkan dari Feyenoord.

Di sektor tengah, sejumlah nama beken siap memberikan penetrasi ke jantung pertahanan Milan. Dejan Stankovic, Wesley Sneijder, Thiago Motta, Ricardo Alvarez, dan Sulley Muntari siap memberikan nilai lebih bagi barisan tengah Inter. Sementara itu, Inter juga akan memangil dua pilarnya Julio Cesar dan Javier Zanetti dari masa liburan lantaran cedera yang mendera Yuto Nagatomo dan portiere Emilliano Viviano.




Untuk Prediksi skor pertandingan AC Milan vs Inter Milan, BolaGoal.Net mengunggulkan AC Milan yang akan memenangkan pertandingan melawan Inter Milan dengan skor 3-1. Sedangkan prediksi menurut saya pribadi, AC Milan akan Mampu unggul 1-0 atas musuh bebuyutan sekaligus saudara mudanya itu.  Bagaimana menurut prediksi anda?



SUSUNAN PEMAIN YANG DISIAPKAN


INTER MILAN


Kiper: Julio Cesar, Castellazzi, Olandoni.


Belakang: Cordoba, Caldirola, Ranocchia, Walter Samuel, Chivu, Faraoni, Santon, Bianchetti, Zanetti, Natalino.

Tengah: Stankovic, Thiago Motta, Sneijder, Alvarez, Mariga, Obi, Crisetig, Muntari.

Depan: Pazzini, Eo’o, Pandev, Castaignos




AC MILAN


Kiper: Abbiati, Amelia, Roma.


Belakang: Abate, Antonini, Bonera, Nesta, Taiwo, Thiago Silva, Zambrotta, Yepes, De Sciglio.

Tengah: Ambrosini, Boateng, Emanuelson, Gattuso, Seedorf, Van Bommel, Valoti. 

Depan: Cassano, Ibrahimovic, Paloschi, Pato, Robinho





Jumat, 05 Agustus 2011

XXI Pekanbaru Manjakan Penikmat Film BoxOffice di Bulan Ramadhan

Satu minggu sudah warga pekanbaru dihebohkan dengan seri terakhir dari film tentang penyihir muda Hogwarts, Harry Potter, dalam Harry Potter and The Deathly Hollows part 2 (HP7:2). 


HP7:2
Film yang menceritakan tentang bagaimana akhir perseteruan Harry Potter dengan Penyihir Hitam paling ditakuti, Lord Voldemort itu bisa di bilang sukses besar di pekanbaru. Hal itu bisa dilihat dari penggunaan empat studio (termasuk satu 3D) sekaligus untuk pemutarannya, bahkan hingga hari ke delapan ini.


Belum hilang animo masyarakat dengan film HP7:2, hari ini, Jum'at (5/8) pekanbaru kembali dihebohkan dengan pemutaran perdana film boxoffice lainnya yang sudah sangat ditunggu-tunggu, yakni Transformers : Dark of The Moon (Trans3). 
Film Trans3 ini merupakan sekuel ketiga dari Film Transformers. Pihak XXI pekanbaru sendiri sepertinya optimis Trans3 juga bakal meraih sukses dari jumblah penonton. Tidak tanggung-tanggung, pihak XXI pekanbaru sampai menggunakan 3 studio (termasuk 3D) dalam pemutaran hari pertamanya ini, hingga praktis XXI pekanbaru hanya dihuni oleh dua film, HP7:2 dan Trans3.


Menurut saya pribadi, hal ini tentu saja sangat bagus untuk menebus rasa kecewa penikmat film boxoffice yang beberapa waktu lalu harus bersabar menunggu film-film box office karena masalah pajak import film hollywood. Selain itu juga, menurut saya XXI lebih baik mengisi Bulan Ramadhan ini dengan film-film Hollywood daripada  film-film horror indonesia yang tidak mendidik dan hanya mengandalkan sisi erotisme saja.


Untuk anda yang penasaran dengan film Trans3 ini, buruan deh ke Cineplex terdekat di kota anda. Untuk informasi mengenai jadwal pemutaran ataupun harga tiketnya, silahkan akses www.21cineplex.com.


SELAMAT MENONTON!

Kamis, 04 Agustus 2011

Kripik Maicih

Pernah dengar "maicih"??


Yap, benar!
maicih adalah suatu merek dagang kripik super pedas yang berasal dari kota kembang bandung. Kripik maicih menjadi fenomena dikalangan masyarakat kota bandung khususnya  ABG. Bahkan sampai ada selentingan yang beredar dikalangan ABG Bandung, yakni jangan ngaku gaul kalo belum nyoba maicih. Fenomenalnya maicih sendiri selain karena rasanya yang super-duper pedas, juga karena cara pemasaran produknya yang unik dengan menggunakan jasa dari situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Untuk mengetahui penjual maicih sedang berada dimana, maka kita harus sering update twitternya @infomaicih. Tak jarang terjadi antrian panjang para pembeli yang memang telah jatuh hati pada rasa pedasnya ataupun pembeli yang hanya ingin mencoba karna penasaran.


Nah bagaimana dengan di Pekanbaru?
Ternyata "jenderal" (sebutan untuk reseller maicih) telah ada di pekanbaru. Kebetulan saya menemukan sang "jenderal" di depan Pustaka Wilayah Soeman HS. Saya tidak tahu sejak kapan, namun yang pasti hari ini saya tidak ingin menahan rasa penasaran saya untuk mencoba bagaimana rasa kripik maicih ini. Saya akhirnya memutuskan untuk membeli sebungkus maicih level 5 (paling pedas) seharga Rp.16.000  dan ternyata,


LUAR BIASA PEDAS!!



demam maicih




Buat anda yang memang sangat suka pedas, mungkin kripik maicih ini layak untuk anda coba, karna rasa pedasnya benar-benar POLL!.

Selasa, 02 Agustus 2011

Akhirnya Jadi Juga

Alhamdulillah,
Akhirnya, setelah beberapa lama menyimpan hasrat memiliki blog sendiri,  hari ini terealisasi juga keinginan tersebut.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan kntribusi terhadap terbentuknya blog ini. (hehehehe)
Semoga, blog ini bisa memberikan sesuatu hal yang positif kepada kita semua,
Amin,